BREAKING NEWS

Berita Pilihan

Berita Nasional

Berita Daerah

Geliat Amal Usaha

Berita Aktivitas Ortom

Muhammadiyah Tanggap Bencana

Profil Tokoh

Muktamar Setengah Abad IMM

Mukatamar IMM ke XVI akan dibuka secara resmi hari ini di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5)

Busyro Muqoddas: IPM Ortom Paling Produktif

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) saatini dinilainya sebagai organisasi otonom paling produktif di antara Angkatan Muda Muhammadiyah

Peringati Hari Ibu, RS UMM Gratiskan Pemeriksaan Pap Smear

Seluruh proses pemeriksaan dan kontrol dilakukan secara gratis bagi pasien yang periksa

Din Syamsudin: Qolbun Salim Jernihkan Sanubari Bangsa

Bertepatan dengan Pilpres, Ramadhan kali ini disebut sebagai media penjernihan pilihan

Pembukaan Hari Ber-Muhammadiyah di Manahan, Solo

60 Ribu Warga Muhammadiyah Getarkan Stadion Manahan Solo

Senin, 04 Juli 2016

AMM Kotagede Hidupkan Kembali Kejayaan Islam Timur Tengah pada Malam Takbir

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KOTAGEDE- AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Kotagede, setiap tahunnya selalu menyelenggarakan lomba takbir keliling untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sambutan masyarakat terhadap Pawai Takbir AMM sangat meriah. Terbukti dengan ribuan penonton yang setiap tahun memadati area di sepanjang rute takbiran.
Tahun ini, pawai takbir AMM diselenggarakan pada Selasa (5/7) dengan rute sepanjang jalan protokol Kotagede. "Kami akan Start dari SMAN 5 Yogyakarta, finishnya di HS Silver, dan pos display berada di depan Bank Mandiri (Jl. Kemasan)," ungkap Sekar Ayu Larasati selaku Ketua Panitia Pawai Ramadhan.
Pawai takbir AMM ini diikuti oleh puluhan peserta yang mayoritas berasal dari kelompok-kelompok pengajian se-Kotagede dan beberapa kelompok di luar Kotagede. Tahun ini, jumlah peserta yang siap bersaing memperebutkan piala walikota ada 34 kelompok. "Tema Pawai Ramadhan yang kami usung kali ini yaitu “Kejayaan Islam di Timur Tengah”," tambah Ayu.
Para peserta pawai takbir AMM siap untuk menghadirkan nuansa Timur Tengah di Kotagede sembari bertakbir serta menghibur para penonton. Peserta yang dibagi ke dalam dua kategori, Drumband dan Musik Kreatif, akan mulai diberangkatkan pukul 20.00 WIB. Pengumuman pemenang akan disampaikan saat ba’da Sholat Ied di Lapangan Karang, Kotagede.
Tahun ini, Pawai Takbir AMM akan dibuka oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Selain itu, menemani Walikota, hadir pula sejumlah tokoh, seperti Akhid Widi Rahmanto (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta), Muspika Kotagede, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kotagede, Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiah Kotagede, Arief Noor Hartanto (Wakil Ketua DPRD DIY), dan M. Ali Fahmi (DPRD Kota Yogyakarta) untuk hadir dan menyaksikan acara Pawai Ramadhan AMM Kotagede tersebut. (adam)
 Kontributor : Lintang Marjono
Sumber gambar : antaranews.com

Selasa, 22 Desember 2015

Pelantikan Bersama dan Talk Show Muhammadiyah-Aisyiyah Jawa Timur


Gubernur Jatim berfoto bersama dengan PP, PWM terpilih

Malang – (21/12/2015) keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Timur menggelar acara pelantikan bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisiyah Jawa Timur pasca Musywil. Acara ini dilangsungkan di UMM Dome Malang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih pasca Muktamar ke-47 Makassar yakni Dr. H. haedar Nashir, M. Si. serta Ketua Umum PP Aisyiyah Dra. Hj. Siti Noorjannah Djohantini, MM., M. Si. Hadir pula unsur PP Muhammadiyah dan Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin yang kini jadi ketua ranting Pondok Labu Jakarta. 

Unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan dilantik sebagai ketua periode 2015-2020 adalah Prof. Dr. Saad Ibrahim, MA. yang mana pada periode sebelumnya pernah menjadi wakil ketua. Pada periode ini Saad Ibrahim dibantu 9 (Sembilan) Wakil Ketua : Drs. Noer Cholis Huda, M. Si., Prof. Dr. Zainuddin maliki, Prof. Dr. Ahmad Jainuri, Prof. Dr. Thohir Luth, Najib hamid, M. Si., Drs. Sulthon Amin, MM., Ir. Mohammad Najih, Prof. Dr. imam Robandi, Dr. Syamsuddin. Selain itu dilantik pula Ir. Tamhid Masyhudi sebagai Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Dr. Biyanto. Untuk posisi Bendahara Dr. Sukadiono akan mengemban amanah tersebut.


Sementara untuk ketua Pimpinan Wilayah Aisyah Jatim periode 2015-2020 adalah Dra. Dalilah Candrawati, M.Ag. 

Yang spesial dalam acara tersebut adalah hadirnya  Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf.
Karena di kegiatan itu ada dua event pelantikan, maka gubernur dan wakil gubernur Jatim naik turun panggung untuk menyalami pengurus.

Usai pelantikan digelar talkshow dengan nara sumber gubernur Jatim Soekarwo, Din Syamsudin dan Rektor UMM, Muhadjir Effendi.

Dalam talkshow tersebut, gubernur Soekarwo menyatakan ‘Aisyhiyah bisa berperan dalam penguatan di desa.

"Di desa-desa dalam wilayah Jawa Timur ada pondok desa. Itu bisa digarap ibu-ibu Aisiyah. Tidak hanya RS Muhammadiyah sebagaimana yang telah dilakukan saat ini," kata Pakde.
Sedangkan tokoh yang juga telah menjadi nahkoda Muhammadiyah selama dua periode, Din Syamsudin membahas bagaimana menjaga trust.

"Seorang anggota DPR pusat dan jatim adalah seseorang yang trusty (dipercayai). Tapi lebih banyak sebagai utusan, belum jadi dipercayai," kata Din Syamdudin.

"Jika trust sampai hilang di masyarakat, maka sudah ada tidak trust. Yang ada malah distrust dan mendorong social dis opinion," kata dia.

Hal itu disampaikan mengomentari hasil dari lembaga survei yang turun drastis berkaitan kepercayaan masyarakat ke DPR.

"Itu sebelum sidang-sidang MKD. Mungkin kalau sesudah itu, sudah terjatuh di titik nadir," kata dia.


Dalam sambutannya, ketua PW Muhammadiyah Jatim Prof. Dr. Saad Ibrahim, MA. yang kesehariannya beraktivitas di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyatakan akan menjaga amanah dan ideologi keagamaan Muhammadiyah.

"Amal usaha Muhamadiyah baik di bidang kesehatan, ekonomi akan menjadikan seluruhnya menjadi baik dan terdepan di Jatim," ungkap Saad. (spn/nurulh)


Sabtu, 19 Desember 2015

Selamat Tinggal Mas Agus Sri Purwoko, Tapak Suci Akan Selalu Merindukanmu

Sukoharjo | www.tapaksuci.asia
Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, segenap keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah kembali berduka. Setelah beberapa waktu yang lalu salah satu anggota Tapak Suci menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan, kali ini pelatih TS Pimda 017 Sukoharjo yang dikenal humoris serta berdedikasi meninggal dunia setelah terjerembab di dalam bekas galian C, Jumat (18/12/2015) kemarin. Ia adalah Agus Sri Widodo atau yang lebih akrab disapa dengan nama Agus Sri Purwoko.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs Tribunnews Jogja, kronologis kejadian terjadi pada jam 08.00 WIB saat korban bersama 50 siswanya menyusuri Dukuh Muning, Desa Celep, Nguter, Sukoharjo untuk berlari sebelum melakukan latihan TS.
Saat sedang berlatih ini, dua orang siswi korban yakni Kofifah dan Angelia terpisah dari rombongan dan terpeleset ke bekas galian C.
Melihat siswinya terpeleset ke galian C, kemudian Agus Sri Widodo berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut menjadi petaka baginya karena justru dia terjebak ke dalam lumpur sedalam dua meter.
"Saya lihat dia (korban) bersama para siswanya berlari di sekitar area persawahan dan di bekas galian C. Tetapi tiba-tiba dia menuju ke galian sendirian dan kemudian para siswa berteriak meminta pertolongan ke warga," ujar seorang petani bernama Slamet yang sedang membajak sawahnya di sekitar tempat kejadian.
Para warga kemudian berusaha menolong korban serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sektor (Polsek) Nguter untuk melakukan evakuasi.
"Pada saat dilakukan evakuasi untuk mengangakat tubuh korban yang mengenakan baju silat tapak suci berwarna merah kuning, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia," ujar Kapolsek Nguter, AKP Didik Noertjahjo.
Kapolsek menambahkan dari hasil pemeriksaan medis diketahui tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan.
"Korban sudah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya langsung dimakamkan," tandas Kapolsek.
Keceriaan mendiang Agus Sri Purwoko saat masih hidup
Dari keterangan teman korban, sepekan sebelum meninggal dunia Agus Sri Purwoko berkhutbah tentang ciri-ciri kematian yang husnul khotimah atau kematian yang baik. Di antara banyak ciri kematian yang baik salah satunya adalah kematian yang terjadi pada hari Jumat. Hal ini bisa jadi mengindikasikan Allah sudah memberikan tanda-tandaNya.
Kader TapakSuci Pimda 017 Sukoharjo sedang melakukan shalat jenazah
Proses pemakaman jenazah korban dilakukan di hari itu juga tepatnya pukul 16.00 WIB oleh seluruh kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah 017 Sukoharjo. Selamat tinggal Mas Agus Sri Purwoko, semoga Allah mengampunimu, merahmatimu, melapangkan tempat barumu serta memberikan tempat yang mulia di sisiNya. Amien  (tribunnews/spn)  

Kamis, 24 Juli 2014

Tinggi Hilal Diatas 2 Derajat, 1 Syawal 1435 H Akan Bersamaan

Yogyakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan awal syawal 1435 H yang akan jatuh pada hari Senin 28 Juli 2014. Berbeda dengan awal Ramadhan yang Pemerintah memutuskan berbeda dengan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1435 H Pemerintah diyakini akan menetapkan sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurohman didampingi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers mengenai pernyataan resmi penentuan awal 1 Syawal 1435H, di gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Jum’at (18/7). Dalam keterangannya Oman menjelaskan, tinggi Hilal atau piringan bulan yang terpantul sinar Matahari pada saat tenggelamnya Matahari tanggal 27 Juli 2014 adalah sebesar 3,6 derajat dan masih di atas ufuk. Dengan demikian menurut perhitungan hisab Imkanurukyat Pemerintah yang mensyaratkan tinggi hilal 2 derajat, maka menurut Oman Fathurohman kriteria pemerintah sudah terpenuhi  dan diyakini pemerintah akan menetapkan 1 syawal 1435H pada 28 Juli 2014. “3,6 derajat itu tinggi hilal apabila dilihat dari Yogyakarta, apabila dilihat dari Banda Aceh, maka tinggi bulan sebesar 2,1 derajat artinya masih juga memenuhi kriteria yang ditetepkan pemerintah,” jelasnya.

Oman Fathurohman mengunkapkan, Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, tidak mensyaratkan ketinggian hilal. Untuk Muhammadiyah jelas Oman, setelah terjadi Ijtima’ atau konjungsi dan bulan telah mengejar matahari, serta saat matahari tenggelam bulan masih ada di atas ufuk, maka kriteria telah terpenuhi dan esoknya telah masuk bulan baru.

Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menghimbau pawa warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1435 H, sebagai jalan untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sedikit terganggu akibat tensi pilpres yang cukup tinggi. “Saya berharap Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali menjalin ukhuwah, dan melupakan segala pertentangan yang mungkin terjadi karena Pilpres,” tegasnya. (mac)


 
Copyright © 2014 Muhammadiyah Demi Ummat
Creatif Design by CahKreatif . Powered by Blogger