BREAKING NEWS

Berita Pilihan

Berita Nasional

Berita Daerah

Kamis, 24 Juli 2014

Tinggi Hilal Diatas 2 Derajat, 1 Syawal 1435 H Akan Bersamaan

Yogyakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan awal syawal 1435 H yang akan jatuh pada hari Senin 28 Juli 2014. Berbeda dengan awal Ramadhan yang Pemerintah memutuskan berbeda dengan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1435 H Pemerintah diyakini akan menetapkan sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurohman didampingi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers mengenai pernyataan resmi penentuan awal 1 Syawal 1435H, di gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Jum’at (18/7). Dalam keterangannya Oman menjelaskan, tinggi Hilal atau piringan bulan yang terpantul sinar Matahari pada saat tenggelamnya Matahari tanggal 27 Juli 2014 adalah sebesar 3,6 derajat dan masih di atas ufuk. Dengan demikian menurut perhitungan hisab Imkanurukyat Pemerintah yang mensyaratkan tinggi hilal 2 derajat, maka menurut Oman Fathurohman kriteria pemerintah sudah terpenuhi  dan diyakini pemerintah akan menetapkan 1 syawal 1435H pada 28 Juli 2014. “3,6 derajat itu tinggi hilal apabila dilihat dari Yogyakarta, apabila dilihat dari Banda Aceh, maka tinggi bulan sebesar 2,1 derajat artinya masih juga memenuhi kriteria yang ditetepkan pemerintah,” jelasnya.

Oman Fathurohman mengunkapkan, Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, tidak mensyaratkan ketinggian hilal. Untuk Muhammadiyah jelas Oman, setelah terjadi Ijtima’ atau konjungsi dan bulan telah mengejar matahari, serta saat matahari tenggelam bulan masih ada di atas ufuk, maka kriteria telah terpenuhi dan esoknya telah masuk bulan baru.

Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menghimbau pawa warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1435 H, sebagai jalan untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sedikit terganggu akibat tensi pilpres yang cukup tinggi. “Saya berharap Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali menjalin ukhuwah, dan melupakan segala pertentangan yang mungkin terjadi karena Pilpres,” tegasnya. (mac)


Rabu, 23 Juli 2014

Din Syamsudin : Sikapi Hasil Pilpres Dengan Tidak Berlebihan

Masyarakat telah berhasil menjaga tahapan demokrasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Hal itu terlihat dengan kedamaian dan kelancaran proses pemungutan suara sampai penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sikapi penetapan hasil pilpres sesuai ajaran agama. Kemudian khususnya untuk umat Islam tidak berlebihan menyikapi kekecewaan dan kebahagiaan atas hasil pilpres. Karena Islam tidak merestui luapan anarkisme dari kekecewaan dan hura-hura dari pihak yang menang," jelas Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin pada jumpa pers di Gedung PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Pada kesempatan tersebut, Din Syamsudin didampingi oleh Ketua PP Muhammadiyah Malik Fajar, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mukti.

Ia mengatakan, PP Muhammadiyah mengucapkan syukur karena kedamaian dan lancar. Walau sempat terjadi pernyataan menarik diri dari pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, tetapi tidak sampai mengganggu tujuan dan harapan pilpres.

"Sesuai konstitusi, pilpres berjalan lancar. Kemudian sikap dasar PP Muhammadiyah mengharapkan semua pihak taat konstitusi dengan menerima putusan KPU," tambah Din.

Karena jika dikaitkan juga pada nilai religius, imbuhnya, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) merupakan pemimpin terpilih dari Tuhan Yang Maha Esa. "Pasangan terpilih itu merupakan pilihan Tuhan, bila dilihat dari sisi religi," ujarnya.
Sumber : www.sangpencerah.com
 
Copyright © 2014 Muhammadiyah Demi Ummat
Creatif Design by CahKreatif . Powered by Blogger