![]() |
| Gubernur Jatim berfoto bersama dengan PP, PWM terpilih |
Malang
– (21/12/2015) keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Timur menggelar
acara pelantikan bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
dan Aisiyah Jawa Timur pasca Musywil. Acara ini dilangsungkan di UMM Dome
Malang.
Acara
tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih pasca
Muktamar ke-47 Makassar yakni Dr. H. haedar Nashir, M. Si. serta Ketua Umum PP
Aisyiyah Dra. Hj. Siti Noorjannah Djohantini, MM., M. Si. Hadir pula unsur PP
Muhammadiyah dan Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin yang kini jadi ketua ranting
Pondok Labu Jakarta.
Unsur
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan dilantik sebagai ketua
periode 2015-2020 adalah Prof. Dr. Saad Ibrahim, MA. yang mana pada periode
sebelumnya pernah menjadi wakil ketua. Pada periode ini Saad Ibrahim dibantu 9
(Sembilan) Wakil Ketua : Drs. Noer Cholis Huda, M. Si., Prof. Dr. Zainuddin
maliki, Prof. Dr. Ahmad Jainuri, Prof. Dr. Thohir Luth, Najib hamid, M. Si.,
Drs. Sulthon Amin, MM., Ir. Mohammad Najih, Prof. Dr. imam Robandi, Dr.
Syamsuddin. Selain itu dilantik pula Ir. Tamhid Masyhudi sebagai Sekretaris
Umum dan Wakil Sekretaris Dr. Biyanto. Untuk posisi Bendahara Dr. Sukadiono
akan mengemban amanah tersebut.
Sementara
untuk ketua Pimpinan Wilayah Aisyah Jatim periode 2015-2020 adalah Dra. Dalilah
Candrawati, M.Ag.
Yang
spesial dalam acara tersebut adalah hadirnya
Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum dan Wakil Gubernur Jawa
Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf.
Karena
di kegiatan itu ada dua event pelantikan, maka gubernur dan wakil gubernur
Jatim naik turun panggung untuk menyalami pengurus.
Usai
pelantikan digelar talkshow dengan nara sumber gubernur Jatim Soekarwo, Din
Syamsudin dan Rektor UMM, Muhadjir Effendi.
Dalam
talkshow tersebut, gubernur Soekarwo
menyatakan ‘Aisyhiyah bisa berperan dalam penguatan di desa.
"Di desa-desa dalam wilayah Jawa Timur ada
pondok desa. Itu bisa digarap ibu-ibu Aisiyah. Tidak hanya RS Muhammadiyah sebagaimana yang telah dilakukan saat ini," kata Pakde.
Sedangkan
tokoh yang juga telah menjadi nahkoda Muhammadiyah selama dua periode, Din Syamsudin
membahas bagaimana menjaga trust.
"Seorang anggota DPR pusat dan jatim adalah
seseorang yang trusty (dipercayai). Tapi lebih banyak sebagai utusan, belum
jadi dipercayai," kata Din Syamdudin.
"Jika trust sampai hilang di masyarakat, maka
sudah ada tidak trust. Yang ada malah distrust dan mendorong social dis opinion,"
kata dia.
Hal
itu disampaikan mengomentari hasil dari lembaga survei yang turun drastis
berkaitan kepercayaan masyarakat ke DPR.
"Itu sebelum sidang-sidang MKD. Mungkin kalau
sesudah itu, sudah terjatuh di titik nadir," kata dia.
Dalam
sambutannya, ketua PW Muhammadiyah Jatim Prof.
Dr. Saad Ibrahim, MA. yang kesehariannya beraktivitas di
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyatakan akan menjaga amanah dan ideologi keagamaan
Muhammadiyah.
"Amal usaha Muhamadiyah baik di bidang
kesehatan, ekonomi akan menjadikan seluruhnya menjadi baik dan terdepan di
Jatim," ungkap Saad. (spn/nurulh)



Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda, kami akan melakukan moderasi sebelum komentar anda ditampilkan