Sukoharjo | www.tapaksuci.asia
Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, segenap keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah kembali berduka. Setelah beberapa waktu yang lalu salah satu anggota Tapak Suci menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan,
kali ini pelatih TS Pimda 017 Sukoharjo yang dikenal humoris serta
berdedikasi meninggal dunia setelah terjerembab di dalam bekas galian C,
Jumat (18/12/2015) kemarin. Ia adalah Agus Sri Widodo atau yang lebih
akrab disapa dengan nama Agus Sri Purwoko.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs Tribunnews Jogja,
kronologis kejadian terjadi pada jam 08.00 WIB saat korban bersama 50
siswanya menyusuri Dukuh Muning, Desa Celep, Nguter, Sukoharjo untuk
berlari sebelum melakukan latihan TS.
Saat sedang berlatih ini, dua orang
siswi korban yakni Kofifah dan Angelia terpisah dari rombongan dan
terpeleset ke bekas galian C.
Melihat siswinya terpeleset ke galian C, kemudian Agus Sri Widodo
berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut menjadi
petaka baginya karena justru dia terjebak ke dalam lumpur sedalam dua
meter.
"Saya lihat dia (korban) bersama
para siswanya berlari di sekitar area persawahan dan di bekas galian C.
Tetapi tiba-tiba dia menuju ke galian sendirian dan kemudian para siswa
berteriak meminta pertolongan ke warga," ujar seorang petani bernama Slamet yang sedang membajak sawahnya di sekitar tempat kejadian.
Para warga kemudian berusaha menolong
korban serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sektor
(Polsek) Nguter untuk melakukan evakuasi.
"Pada saat dilakukan evakuasi untuk
mengangakat tubuh korban yang mengenakan baju silat tapak suci berwarna
merah kuning, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia," ujar Kapolsek Nguter, AKP Didik Noertjahjo.
Kapolsek menambahkan dari hasil pemeriksaan medis diketahui tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan.
"Korban sudah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya langsung dimakamkan," tandas Kapolsek.
Keceriaan mendiang Agus Sri Purwoko saat masih hidup
Dari keterangan teman korban, sepekan sebelum meninggal dunia Agus Sri Purwoko berkhutbah tentang ciri-ciri kematian yang husnul khotimah
atau kematian yang baik. Di antara banyak ciri kematian yang baik salah
satunya adalah kematian yang terjadi pada hari Jumat. Hal ini bisa jadi
mengindikasikan Allah sudah memberikan tanda-tandaNya.
Kader TapakSuci Pimda 017 Sukoharjo sedang melakukan shalat jenazah
Proses pemakaman jenazah korban
dilakukan di hari itu juga tepatnya pukul 16.00 WIB oleh seluruh kader
Tapak Suci Putera Muhammadiyah 017 Sukoharjo. Selamat tinggal Mas Agus
Sri Purwoko, semoga Allah mengampunimu, merahmatimu, melapangkan tempat
barumu serta memberikan tempat yang mulia di sisiNya. Amien
(tribunnews/spn)

Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda, kami akan melakukan moderasi sebelum komentar anda ditampilkan