Medan, 5 Januari 2014 – Erupsi Gunung Sinabung semakin parah. Kini
erupsi berlangsung tiap 10 menit sekali. Kondisi yang mengkuatirkan itu,
mengharuskan pemerintah melakukan evakuasi terhadap penduduk di tiga
desa. Tiga desa itu masing-masing, desa Pintu Besi, desa Jeraya (Simpang
IV) dan Desa Tanjung Morawa (Tigan Derket).
Demikian dijelaskan Ketua PD Muhammadiuyah KaroDrs. Erwin Tanjung
melalui selulernya kepada reporter Website Muhammadiyah, Ahad pagi
(5/1). Jelas Erwin, penduduk yang harus dievakuasi itu karena ancaman
erupsi yang semakin jauh dengan intensitas yang tinggi, kini ditempatkan
pada lokasi pengungsian di Kabanjahe dan Brastagi.
Kata Erwin, dengan kondisi yang semakin mengkuatirkan itu, pemerintah
pun melakukan perpanjangand masa tanggap darurat dari 4 Januari menjadi
18 Januari. Bukan itu saja, Erwin meminta, agar pemerintah segera
memutuskan untuk merelokasi beberapa desa yang sangat terancam dengan
erupsi ini. Misalnya, desa bekerah, desa Simacem dan desa Sukameriah.
Kepada penduduk, harus segera disosialisasikan, kemungkinan untuk
merelokasi penduduk yang berdomisili di tiga lokasi itu. “bila
ancamannya sudah semakin parah, mereka harus rela meninggalkan kampong
halamannya untuk pindah ke lokasi yang baru,” tegas Erwin, yang juga
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karo.
Saat ini jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung sudah lebih
dari 20 ribu jiwa. Kondisi mereka tentu saja sangat memprihatinkan
karena lamanya mereka dilokasi pengungsian tanpa ada aktifitas ekonomi
selain berharap pada bantuan relawan di 31 titik pengungsian itu.
Khusus untuk lokasi pengungsian yang dikelola PD Muhammadiyah Karo di
Islamic Center saayt ini menampung sekitar 600 jiwa berlangsung dalam
kondisi baik dan pengawalan yang dilakukanb MDMC Karo. | shd/mpi-su |
www.muhammadiyah.or.id

Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda, kami akan melakukan moderasi sebelum komentar anda ditampilkan