Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga menobatkan
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi kepemudaan (OKP)
kategori organisasi pelajar juara 1 terbaik nasional. IPM berhasil
mengungguli organisasi Pelajar lainnya yang telah mengikuti proses
penilaian selama empat bulan terakhir. Menteri Pemuda dan Olahraga RI
Roy Suryo berharap ini memicu OKP lain berbuat terbaik bagi bangsa.
"Saya ucapkan selamat kepada IPM," kepada redaksi website
muhammadiyah.or.id, Selasa (22/10). Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda
Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salam, menjelaskan, pemilihan
OKP terbaik nasional bertujuan meningkatkan peran serta OKP di
masyarakat serta memperbaiki kondisi internal organisasi.
Harapannya, dengan penilaian tersebut OKP mampu merevisi anggaran dasar
dan anggaran rumah tangganya (AD/ART) agar berkesesuaian dengan
undang-undang. Ia juga menginginkan, pada masa-masa mendatag semua OKP
dapat mempromosikan kegiatan-kegiatannya secara baik. Terkait pemilihan
OKP terbaik, ia mengatakan, mereka dinilai selama empat bulan melalui
proses seleksi.
Seleksi dilakukan dengan menilai aspek kelembagaan OKP serta aplikasi
program kerja yang dipandang turut melahirkan perubahan sosial. Pada
tahap akhir, ada tiga OKP yang menjadi finalis, yaitu IPM, IPPNU.
Setelah penilaian presentasi akhir di Jakarta, Selasa (22/10), tim juri
memutuskan IPM keluar sebagai pemenang juara 1 OKP Kategori Pelajar.
"Aspek yang menentukan, antara lain, kinerja organisasi, hasil-hasil
karya organisasi, dan pelaksanaan program yang memberi dampak perubahan
sosial," kata Alfitra. Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Fida Afif saat
dihubungi via telpon berharap, terpilihnya IPM sebagai OKP terbaik
nasional bisa memicu para kader IPM untuk terus berkiprah di organisasi.
Dia meyakini, kinerja dan manajemen pimpinan organisasi, hasil-hasil
karya organisasi, seperti buku-buku, sistem pengaderan, kerapian dan
kelengkapan administrasi, serta pelaksanaan program menunjang
tercapainya prestasi IPM saat ini. "Oleh karena itu, kami bersyukur
memiliki kader-kader militan dan penuh semangat, tanpa para kader IPM
tidak akan menjadi apa-apa," katanya.
Atas keberhasilannya, IPM berhak mendapatkan uang pembinaan dari
pemerintah sebesar Rp 30 juta. IPM juga akan mewakili Indonesia bersama 2
kategori lainnya yakni (Pemuda dan Mahasiswa) untuk mengikuti ajang
ASEAN TAYO (Ten Accomplished Youth Organization in Asean) di Vietnam
bulan depan. (dzar)
Sumber : www.muhammadiyah.or.id

Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda, kami akan melakukan moderasi sebelum komentar anda ditampilkan